Jumat, 29 Mei 2009

Capital vs Non Capital vs Opex

Istilah Capital, Non-Capital dan Opex mempunyai keterkaitan dengan Cost Recovery. Untuk itu, kita akan bahas dahulu sedikit tentang Cost Recovery.
Cost Recovery adalah penggantian biaya oleh pemerintah kepada Kontraktor Production Sharing (KPS) - atau disebut juga KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) - atas biaya yang dikeluarkan untuk mencari, mengembangkan, memproduksi dan mengirimkan hasil migas. Proses Cost Recovery baru dapat dimulai ketika KPS telah berhasil melakukan lifting (pengantaran) produksi migas. Itupun jika atas hasil produksi tersebut masih terdapat sisa setelah dipotong dengan FTP (First Tranche Petroleum) sebagai jatah awal penerimaan hasil produksi bagi pemerintah.
Ditinjau dari waktu cost-recovery nya, Capex dibagi menjadi dua, yakni biaya Capital dan biaya Non Capital.
Cost recovery dari biaya Capital tidak dibayarkan langsung oleh pemerintah, melainkan secara bertahap. Tahapan pembayarannya mengikuti jadwal depresiasi dari biaya capital tersebut. Sehingga, besaran cost recovery dalam suatu periode adalah sama dengan nilai depresiasi pada periode tersebut. Yang termasuk dalam biaya Capital adalah: Tangible Drilling (dan Workover Capital), pembangunan Facilties dan pengadaan Equipment.
Adapun cost recovery atas biaya Non-Capital dibayarkan langsung secara penuh oleh pemerintah pada saat periode terjadinya. Yang termasuk kedalam biaya Non Capital adalah Seismic & Survey, G&G studies, dan Intangible Drilling (dan Workover Capital).

Untuk opex, perlakuan cost recovery-nya adalah sama dengan biaya non capital, yakni dibayarkan langsung oleh pemerintah secara penuh pada saat periode terjadinya. Oleh karena persamaan tersebut, tidak jarang kita temui kerancuan pemahaman yang menyamakan antara opex dengan biaya non-capital, padahal masing-masing mempunyai pengertian yang berbeda.
Pertanyaan:
  1. Sebutkan persamaan dan perbedaan antara Biaya Non-Capital dengan Opex!
  2. Apakah KPS yang masih dalam tahap eksplorasi sudah dapat menerima cost recovery dari pemerintah?
  3. Apakah yang dimaksud dengan FTP?
  4. Apakah KPS yang sudah mulai berproduksi sudah dapat langsung mengajukan cost recovery? Jelaskan!
  5. Apa yang melatarbelakangi perbedaan perlakuan cost recovery antara biaya Tangible dengan Intangible Drilling ?
  6. Apakah perbedaan antara Workover Capital dan Workover Expenses?
  7. Benarkah pernyataan bahwa biaya Seismic digolongkan sebagai Opex?
  8. Benarkah pernyataan bahwa biaya intangible drilling digolongkan sebagai Opex?

2 komentar:

syovita mengatakan...

Pak, blh minta tolong penjelasan lagi untuk perbedaan non-capital dengan opex Pak?
Apakah mungkin pada suatu investasi seperti ini tidak memiliki opex? Kl menurut saya, pasti ada opex, tp tidak tertulis pada modelling mereka. Apa kita bisa menjadikan capex non capital menjadi opex Pak? Mohon penjelasannya. Terimakasih.

Akuntansi PSC mengatakan...

Saya sependapat dengan pak/bu Yovita bahwa dalam setiap kegiatan investasi pasti ada opex yang mengikutinya. Pemisahan opex disebelah kanan dan capex di sebelah kiri dalam diagram diatas hanyalah bertujuan untuk menampilkan tentang jenis-jenis biaya dari perusahan migas. Transaksi atas kegiatan investasi akan dicatat, digolongkan dan dilaporkan sebagai bagian dari biaya investasi (capex). Demikian pula transaksi atas kegiatan operasi akan dicatatat, digolongkan dan dilaporkan sebagai biaya operasi (opex).

Adapun penggunaan unsur opex dalam setiap modelling mereka (mereka itu siapa, dan model yang mana ya..), maka hal itu memang harus dilakukan. Bukankah kegiatan investasi senantiasa berhubungan dengan future benefit yang lebih dari satu tahun? Dan dalam perjalanan tahun-tahun selanjutnya akan selalu ada biaya operasi yang akan terjadi? Untuk itulah opex harus dipertimbangkan dan dimasukkan dalam model.

Semakin jelas bahwa pengertian antara opex vs non capital adalah berbeda. Non Capital merupakan bagian dari biaya investasi yang terkait secara langsung dengan kegiatan investasi, dan waktu terjadinya adalah ketika proyek investasi tersebut sedang berjalan. Adapun opex adalah biaya untuk mengoperasikan asset/kekayaan yang dibangun/dibeli melalui kegiatan investasi yang baru dilakukan. Sehingga, terjadinya opex adalah dimulai sesaat setelah proyek investasi selesai sampai dengan berakhirnya umur ekonomis dari asset investasi tersebut. Sebagai contoh: seluruh biaya pemboran sumur adalah merupakan biaya capex (beserta noncapitalnya), adapun biaya pemeliharaan sumur, pompa minyak dsb adalah opex. Dengan demikian, biaya sewa rig yang terkait pada saat proses pemboran sumur adalah noncapital, adapun biaya sewa rig ketika perawatan sumur adalah opex.

Selanjutnya, bisakah kita jadikan noncapital menjadi opex? Kalau menurut pengertian dan penggolongan biaya, maka jawabannya tidak bisa. Non capital ya non capital, opex ya opex. Namun untuk penghitungan Net Present Value (NPV) dan Payback, memang kita bisa jadikan non-capital sebagaimana opex, karena dua-duanya dapat langsung di cost recovery secara PSC. Sehingga noncapital bisa dijadikan opex dalam menghitung NPV dan Payback menurut PSC.